Related Posts with Thumbnails

Minggu, 02 Maret 2008

Resep Salad Mak Nyusss....

Setiap kali ada jamuan makan, salad ini selalu menjadi salah satu hidangan favorit. Membuatnya sangat mudah dan bahan-bahan yang mudah didapat. Cita rasanya asam segar terpadu sempurna dengan renyahnya sayuran segar. Sentuhan pasta menjadikan salad ini sedikit berbeda. Komposisinya dominan sayuran, sudah tentu kaya vitamin dan serat yang menyehatkan. Selamat Mencoba. Resep/dapur Uji/food Stylist/Foto: Budi Sutomo

Selada Pasta

Bahan:
60 g fusilli , rebus, tiriskan
60 g wortel, potong dadu, rebus, tiriskan
100 g brokoli, rebus, tirirkan
50 g kacang polong beku
50 g tomat, potong-potong
50 g paprika, potong dadu
50 g jagung manis kalengan
60 g buncis, potong dadu, rebus
50 g bawang boombay, cincang
2 sdm air jeruk lemon/nipis

Saus:

100 g mayonnaise
3 sdm yoghurt tawar
2 sdm saus tomat
2 siung bawang putih, cincang
¼ sdt lada halus

Cara Membuat:
1. Campur sayuran dengan air jeruk lemon, aduk rata. Dinginkan dalam kulkas.
2. Saus: Campur mayonnaise, yoghurt, saus tomat, bawang putih dan lada, aduk rata. Dinginkan.
3. Penyelesaian: Campur semua bahan saus dengan bahan salad. Aduk rata. Tuang ke dalam piring saji. Hidangkan segera.
Untuk: 4 Porsi

Tip: Pasta fusilli adalah pasta Italia bentuk sepiral. Jika tidak tersedia bisa diganti dengan pasta bentuk lainnya, seperti makaroni atau pasta bentuk kerang. Sajikan segera salad setelah dicampur dengan saus karena sayuran akan berair. Agar lebih lezat, salad sebaiknya disajikan dalam keadaan dingin.

Keripik Gadung

Uwi Gadung
Potensial Sebagai Bahan Baku Keripik


Banyak sekali varietas uwi, salah satunya adalah uwi gadung (Dioscorea hispida), atau yang lebih popular dengan sebutan gadung. Meskipun beracun, umbi ini potensial sebagai bahan baku keripik gadung yang gurih dan lezat.

Tanaman gadung biasanya tumbu liar atau sebagai tanaman tumpang sari yang kurang dirawat. Beberapa petani menanam gadung sebagai tanaman sampingan. Padahal jika dibudidayakan, tanaman ini dapat menghasilkan umbi yang besar dan bisa dimanfaatkan menjadi beragam makanan. Tanaman gadung bisa dipanen setelah usia 6-12 bulan. Masa panen sebaiknya dilakukan ketika bulan kemarau saat tanaman mulai mati. Saat inilah umbi gadung memiliki kandungan pati yang tinggi. Setiap tanaman bisa menghasilkan 6-12 kg gadung dengan berat satu umbi bisa mencapai 5 kg.

Gadung merupakan jenis umbi yang mengandung racun dioscorine yang tinggi dan berakibat fatal jika dimakan tanpa proses pengolahan khusus terlebih dahulu. Namun dengan perlakuan khusus, umbi beracun ini bisa diolah menjadi bahan baku keripik yang lezat. Caranya umbi yang tua dikupas kulitnya (kupas tebal). Ubi kemudian di potong tipis-tipis, kemudian dicampur abu dapur hingga seluruh permukaan terselimuti abu (abu berfungsi sebagai penetral racun). Remas-remas potongan gadung yang dilapisi abu. Jemur hingga kering. Rendam di dalam air mengalir selama 2-3 hari. Cara lain bisa direndam dalam air tidak mengalir namun harus diganti setiap 6 jam sekali selama 3 hari. Cuci bersih. Jemur hingga kering. Proses selanjutnya tinggal menggoreng hingga jadi keripik gadung. Proses menghilangkan racun bisa dilakukan dengan memeram dengan campuran garam. Caranya dengan meletakan garam, potongan gadung, garam dan potongan gadung, begitu seterusnya hingga ember penuh. Preram selama satu minggu. Cuci bersih, jemur hingga kering.

Gadung kering juga bisa diolah menjadi tepung, caranya dengan menggiling potongan gadung kering kemudian diayak. Tepung gadung bisa diolah menjadi keripik gadung dengan campuran tepung terigu/kanji, air, bumbu bawang merah, bawang putih, ketumbar dan garam. Keripik jenis ini rasanya lebih gurih.
Sayang gadung kurang dibudidayakan, padahal dari nilai gizi, kadungan kabrohidrat dan protein lumayan tinggi. Setiap 100 g gadung mengandung energi 102 kal, protein 2.0 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 23.3 g, kalsium 20 mg, fosfor 50 mg dan besi 0.6 mg. Teks & Foto: Budi Sutomo