Related Posts with Thumbnails

Senin, 01 Desember 2008

Penyakit Jantung Koroner


Penyakit Jantung Koroner

Jantung adalah organ yang sangat vital bagi manusia. Jantung mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan dan terletak di rongga dada sebelah kiri. Jantung terdiri dari otot-otot yang dialiri oleh pembuluh darah yang disebut pembuluh koroner. Pembuluh ini mempunyai fungsi memberikan nutrisi pada otot jantung dan serabut-serabut saraf.

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sekali berdenyut, jantung memompa 7.080 cc darah. Dalam satu menit, jantung berdenyut sebanyak 70.100 kali. Jadi dalam satu menit kira-kira ada 500 cc cairan darah yang dipompa.

Jantung terus bekerja sepanjang hari selama hidup manusia. Jantung hanya beristirahat ketika tidur. Istirahat untuk jantung bukan berarti berhenti berndenyut, namun berkontraksi minimal ketika tidur. Saat sedang beristirahat, jantung berdenyut 50.060 kali per menit, sedangkan saat bekerja, jantung berdenyut 100.120 kali per menit. Oleh karena itu, tidur sangat penting untuk kesehatan jantung dan semua anggota tubuh yang vital.

Penyakit jantung yang terkenal adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini disebut ‘silent killer’ karena menyebabkan kematian yang tidak terduga pada penderitanya. Sejak tahun 1996, penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terjadi karena rusaknya dinding pembuluh darah karena beberapa faktor risiko seperti, radikal bebas yang terkandung rokok dan polusi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan sebagainya. Kolesterol yang menimbun di dinding bagian pembuluh darah dapat mengakibatkan pembuluh darah dapat mengalami penyempitan dan aliran darah pun tersumbat. Akibatnya, fungsi jantung terganggu karena harus bekerja lebih keras untuk memompa aliran darah.

Penyebab utama dari penyakit jantung adalah pola hidup makan yang meliputi terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak dan manis, kebiasaan untuk hidup tanpa melakukan aktivitas fisik dan berbagai macam polusi lingkungan yang semakin parah dan banyaknya radikal bebas.

Biasanya penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang berarti, tetapi langsung mengakibatkan kematian mendadak. Namun gejala-gejala awal yang bisa dipelajari adalah sakit pada dada seperti ditekan-tekan, rasa sakitnya menjalar ke lengan kiri dan leher seperti tercekik.

Biasanya, gejalanya mirip masuk angin, yakni sakit pada ulu hati, kadang-kadang diringi kembung dan disertai denyut nadi lemah dan berkeringat.

Ada dua macam pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit ini. Pencegahan yang pertama adalah pencegahan primer, yaitu ditujukan pada orang yang belum terkena penyakit jantung koroner tetapi memiliki risiko tinggi, dan yang kedua adalah pencegahan sekunder, yaitu yang lebih berfokus pada pengobatan setelah mengalami serangan jantung.

Pada pencegahan primer dititikberatkan pada perubahan gaya hidup seperti diet makanan berlemak, melakukan olah raga secara teratur dan mengonsumsi obat yang bisa mencegah penyakit jantung koroner. Sedangkan untuk pencegahan sekunder bisa dilakukan dengan pengobatan medis dan tidakan operatif.

Mulailah pola hidup sehat anda dengan melakukan beberapa hal berikut, pertama, menyeimbangkan gizi, yaitu memperhatikan jumlah protein, serat dan lemak yang masuk dalam tubuh. Kedua, berhenti merokok. Ketiga, menghindari stres, peningkatan hormon akibat stres bisa menjadi radikal bebas dalam tubuhm, sehingga dapat menyebabkan gangguan pada jantung. Keempat, mengawasi tekanan darah secara teratur. Dan yang terakhir adalah melakukan olah raga secara teratur. (OCH-higea Kamis, 27 November 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar